Penyebaran virus corona makin hari makin memprihatinkan. Menyikapi hal tersebut, seharusnya kita tidak panik tetapi tetap waspada. Pasalnya penyebaran bisa diantisipasi dengan memutus mata rantai penyebarannya. Salah satunya adalah dengan berdiam diri di rumah atau dikenal dengan istilah social distancing.

Namun demikian, efeknya memang mempengaruhi terhadap perekonomian termasuk pemasukan. Sekalipun ada kemudahan dalam mengajukan pinjaman dana, tetap ada beberapa langkah antisipasi yang perlu dilakukan untuk menghadapi kondisi darurat secara finansial. Apalagi jika sampai pemerintah menetapkan lockdown untuk beberapa wilayah yang menjadi pusat wabah.

  1. Siapkan uang tunai

Dalam situasi yang serba sulit biasanya cara paling mudah dalam bertransaksi adalah dengan menyiapkan uang tunai. Prosesnya cepat dan mudah serta dapat diterima di mana saja. Akan sangat sulit jika dalam kondisi finansial yang tidak diharapkan menggunakan metode pembayaran secara virtual atau menggunakan kartu kredit sekalipun.

Salah satu contoh disaat kita membutuhkan masker atau hand sanitizer, umumnya beberapa penjual ingin mendapatkan pembayaran secara langsung dan tunai. Dengan begitu mereka pun akan segera mendapatkan pasokan karena dananya bisa langsung dibelanjakan untuk menyetok barang.

  1. Prioritaskan kebutuhan paling mendasar

Selain menyiapkan uang tunai, siapkan juga kebutuhan paling mendasar di rumah. Siapkan bahan makanan yang tahan lama dan tidak mudah basi untuk seminggu ke depan. Jika punya kebiasaan belanja setiap dua hari sekali, kini saatnya belanja untuk kebutuhan lebih panjang selama wabah masih belum mereda demi keselamatan bersama.

Kebutuhan dasar ini seperti bahan makanan pokok dan juga alat-alat kesehatan yang penting Apalagi jika kita punya orang tua yang butuh perhatian ekstra baik dari makanan, asupan vitamin, hingga kebutuhan lainnya.

Tunda dulu jika memiliki keinginan lain seperti mengupgrade handphone, belanja yang sifatnya konsumtif dan bukan jadi prioritas bersama.

  1. Hitung rencana pengeluaran

Salah satu yang juga harus dilakukan adalah menghitung rencana pengeluaran dalam kondisi darurat. Kurangi pos-pos yang memang tidak dibutuhkan. Prioritaskan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga seperti pasokan listrik, internet, dan juga makanan.

Pos lain yang tidak digunakan bisa dialihkan untuk pos lain yang membutuhkan dana lebih besar. Contohnya seperti pos biaya transportasi bisa dialihkan untuk pos tambahan tagihan listrik atau pulsa untuk membeli paket data selama masih berada di rumah.

  1. Jangan abaikan kondisi sekitar

Selain mempersiapkan finansial keluarga, jangan abai terhadap kondisi sekitar. Pasalnya tidak semua orang bisa mendapatkan pendapatan selagi masa bekerja di rumah. Masih banyak masyarakat yang menggantungkan hidup di lapangan. Minimal kita bisa membantu menyediakan hand sanitizer, berbagi nasi bungkus, hingga alat kesehatan lainnya di saat yang lain tidak memilikinya sama sekali.

  1. Cari pinjaman dana jika diperlukan

Jangan ragu jika kamu memang membutuhkan dana untuk tetap bisa bertahan di rumah. Bisa saja di antara kita ada yang belum siap dengan kondisi darurat saat ini sehingga belum memiliki simpanan atau dana darurat.

Salah satu alternatifnya dengan mengajukan pinjaman dana secara online. Prosesnya benar-benar dilakukan tanpa bertatap muka karena menggunakan aplikasi seperti yang disediakan oleh Kredivo. Kredivo memberikan kredit limit hingga Rp30 juta untuk member premium.

Ada pilihan pinjaman mini dan pinjaman jumbo dengan bunga 2,95% per bulan. Tenornya juga sangat fleksibel 3 hingga 6 bulan. Paling tidak cukup untuk melewati masa social distancing berlangsung. Daftar sekarang lewat aplikasi Kredivo yang dapat diunduh lewat Google Play Store maupun App Store dengan langkah-langkah yang mudah.