Dalam kurun waktu setahun, berapa kali Anda mengganti ban mobil? Sekali? Dua kali? Tiga kali? Ban yang memiliki ketahanan fisik tinggi sangat dibutuhkan oleh jenis mobil keluarga. Daya tahan fisik pada ban amat dipengaruhi oleh cara Anda dalam merawatnya setiap hari. Berikut kiat-kiat penting yang bisa Anda terapkan saat ini juga.

  1. Bawa Barang Seperlunya Saja

Biasanya, ada suatu dilema ketika hendak bepergian jauh. Katakanlah Anda yang tinggal di Jakarta hendak melancong ke Pulau Madura dengan mobil pribadi. Bawaannya pasti ingin menyertakan barang-barang penting dalam jumlah banyak. Kalau kapasitas mobil Anda kurang memenuhi, sebaiknya bawa seperlunya saja. Biar ban mobil bisa bertahan lama.

  1. Jadwalkan Perawatan Mobil dan Ban ke Bengkel

Perawatan mobil maupun ban yang terjadwal bisa menambah masa pakai kendaraan Anda. Siapa sih yang paling tahu perihal seluk-beluk kebutuhan mobil selain para teknisi? Daripada menghabiskan waktu banyak untuk belajar tentang dunia per-mobil-an, lebih baik serahkan ke teknisi. Tapi kalau keuangan belum mencukupi, tak apa sedikit-sedikit belajar sendiri.

  1. Pastikan Kondisi Ban Sejajar

Maksudnya, antara ban satu dengan ban lainnya tak ada ketimpangan. Cara mengecek kondisi ini dengan menempatkan mobil Anda ke atas permukaan bidang datar. Kemudian lihat apakah mobil condong ke sisi tertentu atau seimbang. Kalau miring sebelah, cek kondisi bannya. Siapa tahu sudah aus dan perlu diganti sesegera mungkin.

  1. Jalan Lupakan Penutup Pentil Ban Mobil

Meskipun mobil keluarga terkenal ramah untuk dikendarai, tetap jangan sampai lupakan soal kondisi ban. Biasanya, pengendara kerapkali lupa memasang pentil ban kembali setelah isi angin. Akibatnya, ketika dibawa untuk melintasi jalan raya, ban mobil sewaktu-waktu bisa mengempis. Kondisi ban yang mengempis tiba-tiba sangat berbahaya ketika mobil melaju pada kecepatan tinggi.

  1. Sebisa Mungkin, Hindari Jalan Berlubang

Misal di suatu jalur jalan raya banyak lubang, lebih baik cari jalan alternatif yang lebih aman dan mulus. Sebab, jalanan yang berlubang bisa merusak ban serta velg. Jika tidak beruntung, ban yang terbiasa melintasi jalanan berlubang bisa mengempis tiba-tiba. Kalau toh tak ada jalan alternatif, mending pakai motor saja yang lebih aman.

  1. Selalu Pantau Kondisi Alur Ban

Meskipun saat ban botak masih menyisakan 2/3 bagian, tetapi akan lebih baik lagi jika ganti yang baru. Soalnya kalau ban sudah botak secara total, begitu Anda menginjak rem, masing-masing ban kurang begitu bereaksi. Terutama ketika melintas di jalanan licin atau baru saja terguyur hujan. Kondisi alur ban menentukan seberapa kuat daya cengkeramnya di aspal atau permukaan jalan.

  1. Saat Mengisi Angin, Pastikan Tekanannya Sudah Pas

Berapa standar tekanan angin untuk ban mobil? Tergantung masing-masing pabrikan, ya. Sebab setiap produsen memiliki ketentuan yang berbeda. Untuk mengetahui tekanan angin yang pas, Anda bisa baca di buku manual ataupun via doorpost. Tekanan angin yang tepat bisa membuat ban bisa bertahan meskipun mobil diagendakan untuk perjalanan jauh.

  1. Ganti Ban Mobil Anda Jika Jahitannya Nampak

Berapa sih harga ban mobil? Untuk mobil MPV sekelas Toyota Avanza Veloz, harga bannya tidak sampai 1 juta Rupiah. Tentu perbedaan harga ban disesuaikan dengan popularitas suatu brand, ya. Jadi tidak bisa dipukul rata. Ketika hendak beli ban, sebaiknya beli berdasar fungsinya. Bukan karena gengsi.

Mobil keluarga terkenal sebagai mobil yang serbaguna. Sayang jika tiba-tiba kualitasnya turun gara-gara sering mengalami benturan akibat kondisi ban yang kurang stabil. Memang sih harga ban mobil tergolong murah. Tapi kalau dalam setahun berganti lebih dari 5 kali, kan lumayan juga uang yang harus dikeluarkan.