Jenis-jenis Investasi Reksadana

  • 2 min read
  • Sep 04, 2021
Investasi Reksadana

Apa itu reksa dana? Reksadana merupakan sebuah salah satu instrumen investasi yang kini menjadi favorit banyak orang, entah itu investor pemula ataupun investor yang sudah ahli. Soalnya sangat banyak produk reksadana yang bisa dipilih oleh investor yang sangat sesuai dengan karakteristiknya.

Misalnya seperti diketahui bahwa memilih instrumen investasi juga harus sesuai dengan karakteristik atau profil risiko investor. Hal ini tujuannya yaitu supaya investasi kamu dapat menghasilkan keuntungan yang maksimal. Maka dengan begitu, kekayaan kamu juga akan terus bertambah.

Apabila kamu sudah mengetahui karakteristik yang sesuai dengan profil risiko kemudian selanjutnya pahami apa saja produk reksadana yang tepat untuk kamu. Dan berikut ulasan singkatnya.

Jenis-jenis Produk Reksadana di Indonesia

Saat ini ada beberapa jenis investasi reksadana yang bisa jadi pilihan. Akan tetapi di Indonesia sendiri terdapat empat jenis reksadana yang populer karena telah dapat memberikan keuntungan besar. Namun apa saja? Berikut di antaranya adalah:

1. Investasi Reksadana Pasar Uang

Reksadana pasar uang saat ini telah menjadi pilihan investasi untuk investor pemula, soalnya instrumen yang satu ini juga telah dikenal dengan karakter yang minim risiko. Namun, keuntungan yang ditawarkan terbilang cukup besar yaitu di atas bunga deposito yang ada di Indonesia.

Investasi reksadana pasar uang juga pada mayoritas dananya dialokasikan ke sektor surat utang yang berharga yang jatuh temponya yakni di bawah satu tahun, misalnya seperti sertifikat Bank Indonesia dan juga sertifikat deposito.

2. Produk Investasi Reksadana Pendapatan Tetap

Selanjutnya jenis reksadana yang satu ini juga dikenal dapat memberikan return besar bahkan di atas reksadana pasar uang akan tetapi dengan risiko yang minim juga. Hal ini karena, investasi reksadana pendapatan tetap juga telah bermain di sektor surat utang jangka panjang.

Sementara investasi reksadana pendapatan tetap telah mengalokasikan dananya ke instrumen obligasi yaknj milik pemerintah dan juga swasta yang pergerakannya lebih stabil dan minim risiko.

Untuk pengertian obligasi adalah surat utang yang telah diterbitkan oleh pemerintah maupun oleh perusahaan swasta yang diberikan kepada investor yakni sebagai kepemilikan bukti utang.

3. Produk Investasi Reksadana Campuran

Selanjutnya produk reksadana campuran, umumnya direkomendasikan untuk investor yang memiliki karakteristik yang moderat. Produk ini adalah jenis reksadana yang juga mengalihkan sebagian dananya ke sektor saham, oleh karena itu risiko reksadana campuran lumayan lebih tinggi jika dibandingkan dengan reksadana pendapatan tetap.

Hal ini juga sama seperti namanya, reksadana campuran juga mengalihkan dana investor ke beberapa sektor pasar modal misalnya seperti saham, obligasi dan juga pasar uang.

4. Produk Investasi Reksadana Saham

Dan yang terakhir adalah reksadana saham terus menjadi pilihan para investor khususnya bagi atau buat mereka yang memiliki karakter agresif. Hal ini karena, high risk high return menjadi karakter reksadana saham. Maka untuk keuntungan dan juga risiko yang diterima oleh investor sama-sama besar. Maka hal itu biasanya disebabkan karena sebagian besar dananya telah dialihkan ke instrumen saham.

Selanjutnya reksadana saham juga telah mengalokasikan sebagian besar dana investor ke sektor saham dan untuk sisanya ke pasar uang. Saham adalah sebuah surat berharga atas kepemilikan nilai dari sebuah perusahaan.

Maka dari itu, para investor saham juga memiliki hak untuk mengelola perusahaan tersebut. Akan tetapi, besaran porsi hak pengelolaannya juga tergantung dari jumlah saham yang dimiliki.