Tanya Dokter Urologi Tentang Penyebab Buang Air Kecil Terus-menerus

  • 2 min read
  • Feb 18, 2020
Dokter Urologi

Buang air kecil pada dasarnya adalah hal yang normal terjadi bagi manusia, apalagi ini adalah sarana untuk membuang atau mengeluarkan racun dari dalam tubuh, hasil penyaringan darah dimana nantinya terdapat zat-zat sisa yang harus dikeluarkan dalam bentuk air seni tersebut. Hanya saja jika frekuensinya terlalu sering, bahkan lebih dari 7 kali dalam sehari tentunya akan sangat menganggu bukan, apalagi untuk Anda yang aktif dalam beraktivitas. Untuk itu tanya dokter urologi mengenai kondisi tersebut.

Normalnya memang seseorang akan buang air kecil antara 6 sampai 7 kali dalam sehari atau 24 jam, jika seandainya lebih dari itu bisa jadi hal ini adalah gejala atau tanda masalah kesehatan. Apalagi pada dasarnya untuk menghasilkan urine ini maka banyak sekali diantara organ-organ tubuh yang ikut bekerja di dalamnya, mulai dari ginjal sebagai tempat penyaringan darah, kemudian juga ada kandung kemih. Bisa jadi buang air kecil secara terus-menerus mengindikasikan masalah kesehatan yang disebabkan oleh beberapa organ tersebut.

Berikut ini diantaranya ada beberapa jenis penyakit yang menyebabkan seseorang buang air kecil secara terus menerus yang hendaknya Anda waspadai, yaitu:

  1. Infeksi pada saluran kemih, ketika terjadi infeksi pada bagian saluran kemih biasanya aka disertai dengan beberapa macam gejala, diantaranya adalah buang air secara terus menerus dan juga disertai dengan rasa sakit. Karena memang ketika kandung kemih mengalami infeksi, maka ia tidak bisa bekerja sebagaimana mestinya di dalam menampung urine, ada keinginan untuk terus buang air kecil. Sehingga intensitas untuk pipis juga semakin meningkat.
  2. Diabetes melitus, penyakit gula darah tinggi ini biasanya akan menyebabkan penderitanya mengalami beberapa gejala layaknya selalu haus, hal ini dikarenakan kadar gula yang tinggi di dalam darah memicu tubuh untuk terus mendapatkan cairan atau air agar bisa menetralkan atau mengencerkan gula darah tersebut, akibatnya juga banyak dibuang dalam bentuk urine. Namun urine penderita diabetes melitus ini sering kali disertai dengan adanya zat gula atau glukosa.
  3. Gangguan pada kelenjar prostat, khususnya pada pria sendiri jika seandainya terjadi pembengkakan yang ada di prostat, maka akan membuat organ reproduksi ini menekan bagian kandung kemih untuk menutup aliran urine, itulah mengapa ada kecenderungan untuk buang air kecil, hanya saja tidak bisa dikeluarkan.
  4. Kandung kemih yang overractive, ketika seseorang menderita Overractive bladder ini maka akan merasakan dorongan untuk selalu buang air kecil, karena memang kandung kemih mulai berkontraksi secara tidak normal. Jadi akan meningkatkan frekuensi Anda dalam buang air kecil selama sehari, tentunya akan sangat menganggu dalam beraktivitas.
  5. Gangguan pada ginjal, biasanya jika ada infeksi pada organ penyaringan darah yang satu ini maka tubuh juga akan merasakan beberapa macam gejala selain buang air kecil terus menerus, diantaranya adalah sakit pada punggung, sakit pada pangkal paha, kemudian juga demam, mual sampai dengan muntah. Tentunya harus segera mendapatkan penanganan jika tidak ingin kondisinya semakin bertambah buruk.

Hanya saja juga tak jarang penyebab buang air kecil berlebih bisa karena Anda minum terlalu banyak, kemudian juga disebabkan oleh konsumsi makanan atau minuman yang mengandung zat diuretik, sebut saja diantaranya adalah kafein. Untuk lebih jelasnya tanya dokter urologi, konsultasi lebih mudah dan cepat lewat aplikasi Halodoc, bisa chattingan secara realtime dengan dokter ahlinya.